Lekali yang Ingin Menikahi Senja

June 10th, 2008 by jacksemarang

Kutemukan kau tergeletak di rerimbunan senja
Terkulai tak berdaya seperti dipatuk-patuk nasib
Rekah bibirmu pun seakan sirna dicakar-cakar waktu
Mungkin takdir sedang tak peduli padamu

Tapi, memang kau makhluk ajaib
Remuk redam tubuh membuat semangatmu kian riuh
Cecer darah tertumpah menjadikanmu tambah gairah
”Kawan, aku ingin menikahi senja!” ucapmu tanpa ragu

Bangunkan Aku

November 25th, 2007 by jacksemarang

Bangunkan aku akhir desember nanti

Ketika pesta-pesta dan kembang api telah berhenti

Ketika karnaval dan arak-arakan sang penari telah menepi

Ketika lembar-lembar koran menjadi sampah tak berarti

Bangunkan aku akhir desember nanti

Biar kujalani hidup dari mimpi ke mimpi

Dan kulalui sendiri ditemani sepi

Percuma kau merayu apalagi menanti Karena aku tak akan pernah peduli

Bangunkan aku bersama kenangan indah yang terselip jelas di antara buku-buku,

bersama anak-anak yang tak lagi bermain peluru dan mesiu,

bersama merpati dan hijaunya bumi yang saling setia mengikat janji, bersama belai lembut ibu yang kasihnya tulus abadi, akhir desember nanti

Bangunkan aku akhir desember nanti

kenang-kenangan perjalanan

November 20th, 2007 by jacksemarang

-P1013887 begitu indahnya kenangan yang tergores saat itu, hingga tiada kata yang bisa terucap. hanya gambar-gambar ini yang semP1014180oga bisa berceritaP1014186 P1014342 P1014354 

kenangan saat menghabiskan waktu mengisi hari di pemandian air panas nglimut kendal. 

Melepas muda…

November 20th, 2007 by jacksemarang

Sebelum itu,
Aku duduk menunggu
Berpikir sebuah pernyataan
dalamnya rasa cinta

ia datang seketika
membawa sejuta ketakutan
apa yang akan ia katakan?

“kita mencoba”, begitu ia dikatakan
berjalan diatas dua roda
menjemput sebuah cahaya
atas rasa yang hinggapi kami
kini….

Setahun masa itu berlalu…
Semua terasa indah…
Tak ada masalah…
Namun ia menghilang
Dengan tangis dan sesal

Maaf..maaf.. maaff
Kita berbeda agama
Kita tak mungkin berjalan
Diatas dua roda…

Tiga tahun cerita itu menghilang
Tiga tahun mengingat yang hilang
Kerinduan kami yang mendalam
Dan tak kunjung tercapai….

Kini berita itu muncul…
Ia pergi selamanya…
Meninggalkan rindu mendalam
Masa masa muda sirna

Aku Sudah Tak Cinta

October 4th, 2007 by jacksemarang

Sayang … aku sudah tak CINTA !

Pada kepulan asap rokok yang membuat dadaku sesak

Pada kelakar-kelakar kita yang tak ada makna

Pada sekumpulan cerita yang berisikan hanya hal-hal SEPELE

Pada obrolan kosong melompong sekedar membunuh waktu

Pada gurauan-gurauan khas kita yang terlalu ‘meledakkan dada’

Pada ide-ide gila yang dipastikan bisa terwujudkan dengan satu alasan
… karena "KITA NGGAK ADA KERJAAN"

Sayang … Aku sudah MUAK !

Sayang … Aku sudah BOSAN !

Hidup ini terlalu indah untuk dilewatkan dengan tawa-tawa kosong yang
sengaja dibuat agar kita merasa bahagia

TAPI SUDAH BAHAGIAKAH KITA?

Bahkan lintingan ‘SURGA’ tidak bisa membuat kita menikmati keABADIannya

Sudahlah, Sayang …

TINGGALKAN KEGELAPAN INI

IKUT BERSAMAKU menuju JALAN CAHAYA

Sayang … Aku sudah tak CINTA !

Pada kuntum-kuntuk kebejatan tingkah laku kita

Pada kemuraman masa depan

Pada kekosongan hari-hari

Pada imajinasi yang semakin tak terkontrol

Pada ketiadaan ‘cinta’

Pada jejak masa lalu yang terlalu bobrok

Sayang, aku PENSIUN

AKU MAU BERTOBAT

*menyambut datangnya RAMADHAN … sepuluh ke sembilan di duaributujuh*

Bidadari Penyelamat

October 1st, 2007 by jacksemarang

Malam yang kelam, tak ada bintang Dan rembulan mengintip dibalik awan Dalam hati bertanya Apa yang sedang terjadi? Benarkah ini sebuah kenyataan Ataukah hanya mimpi semu Semua nampak muram Semua bersedih Semua menangis Semuanya… Kapankah kan hadir seorang bidadari Yang datang membawa perubahan Dan kedamaian Yang kan menerangi gelapnya sang malam Entah kapan

Antara Aku, Kau dan Dia

October 1st, 2007 by jacksemarang

Antara aku, Kau dan dia

Mengapa ada dia diantara kita

Haruskah semua tergantikan dengan hadirnya dia?

Hanya dengan sedikit pesonanya dia mampu meruntuhkan karang jiwamu

Karang yang begitu kokoh akhirnya jatuh dipeluknya

Sedangkan aku hanya bisa meratapi kekalahanku

Kekalahan seorang pecundang

Yang hanya bisa meratap di kegelapan siang dan terangnya malam

Terpuruk disudut kota yang tidak lagi bersahabat

Tapi…, hidup harus terus berjalan

Aku tak mau menyerah

Akan kuterjang congkaknya dunia ini dengan segenap kekuatan

Aku tak ingin kalah lagi

Karena antara aku kau dan dia hanya ada satu batasan

Yaitu kematian…