Sayang … aku sudah tak CINTA !
Pada kepulan asap rokok yang membuat dadaku sesak
Pada kelakar-kelakar kita yang tak ada makna
Pada sekumpulan cerita yang berisikan hanya hal-hal SEPELE
Pada obrolan kosong melompong sekedar membunuh waktu
Pada gurauan-gurauan khas kita yang terlalu ‘meledakkan dada’
Pada ide-ide gila yang dipastikan bisa terwujudkan dengan satu alasan
… karena "KITA NGGAK ADA KERJAAN"
Sayang … Aku sudah MUAK !
Sayang … Aku sudah BOSAN !
Hidup ini terlalu indah untuk dilewatkan dengan tawa-tawa kosong yang
sengaja dibuat agar kita merasa bahagia
TAPI SUDAH BAHAGIAKAH KITA?
Bahkan lintingan ‘SURGA’ tidak bisa membuat kita menikmati keABADIannya
Sudahlah, Sayang …
TINGGALKAN KEGELAPAN INI
IKUT BERSAMAKU menuju JALAN CAHAYA
Sayang … Aku sudah tak CINTA !
Pada kuntum-kuntuk kebejatan tingkah laku kita
Pada kemuraman masa depan
Pada kekosongan hari-hari
Pada imajinasi yang semakin tak terkontrol
Pada ketiadaan ‘cinta’
Pada jejak masa lalu yang terlalu bobrok
Sayang, aku PENSIUN
AKU MAU BERTOBAT
*menyambut datangnya RAMADHAN … sepuluh ke sembilan di duaributujuh*